Saat itu....malam 27 Ramadhan menjelang Sholat Tarawih.
Malam 27 Ramadhan merupakan malam dimana Masjidil Haram sangat
penuh dikarenakan kedatangan ummat Islam dari berbagai daerah di sekitar
Makkah. Pada malam 27 Ramadhan biasanya penduduk asli yang merantau ke
daerah atau negara lain
juga
akan
kembali utk tidak melewatkan malam 27 Ramadhan di Masjidil Haram.
Pada malam itu di Masjidil Haram dipenuhi para hamba Allah yang mau bersusah-susah
untuk sholat dan berdoa di Masjidil Haram. Dikarenakan penulis pergi agak
cepat, Alhamdulillah dapat tempat sholat pada posisi relatif dekat ke Ka'bah.
Pada waktu sholat malam itu , hati terasa bergetar...dan merasa
sangat dekat dgn-NYA. Sekaligus juga merasa sangat kecil...arti semua di
dunia
ini.
Tiba-tiba saat sedang berdoa , karena saat ini pergi dengan isteri. Ada
perasaan begitu inginnya mengajak anak-anak untuk ke Baitullah agar
bisa merasakan perasaan yang dirasakan saat itu....... Saat itu perasaan
bergetar... karena merasa sangat
dekat dengan Dzat yang
maha
Kuasa,
ALLAH
SWT....Perasaan
tenang....penuh berkah.... itu, insya Allah tidak akan dapat tergantikan
oleh harta seberapapun nilainya serta hal lain yang bersifat duniawi.
Alhamdulillah, hanya karena kebesaran-NYA sehingga
dapat merasakan ketenangan dan perasaan yang sangat sulit untuk dijelaskan
dengan kata-kata. Tidak terasa saat itu air mata begitu deras mengalir,
padahal sebelumnya sangat jarang mengeluarkan air mata. Subhanallah....Alhamdulillah...Allahuakbar. Akhirnya
hanya bisa berdoa semoga selalu mendapat bimbingan dan dapat kembali...
kepada-NYA dalam iman dan dalam keadaan sedang berada dijalan-NYA serta
dijauhkan dari Api Neraka.
>>Sumber : Penuturan Langsung